Pemkot Surabaya Menata Hunian Warga dari Rutilahu hingga Rusunami

pemerintahan | 01 September 2026 08:24

 

Hunian yang murah namun berada jauh dari pusat pekerjaan dapat menambah beban warga melalui biaya transportasi dan waktu perjalanan.

 

Karena itu, pembangunan Rusunami perlu terintegrasi dengan transportasi umum, pusat pekerjaan, sekolah, fasilitas kesehatan, dan kebutuhan dasar masyarakat lainnya.

 

Perluas kolaborasi

 

Pemkot Surabaya juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas penyediaan hunian layak.

 

Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri karena kebutuhan hunian berhadapan dengan persoalan anggaran, lahan, pembangunan kawasan, dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

 

Sektor swasta, lembaga sosial, perguruan tinggi, komunitas, hingga masyarakat dapat mengambil peran dalam pembenahan hunian dan lingkungan.

 

Pendekatan tersebut salah satunya terlihat melalui program Dandan Kampung yang melibatkan rancangan mahasiswa untuk pembenahan kawasan seperti Kampung Pecinan dan Kampung Maspati.