SURABAYA, PustakaJC.co – Ampela ayam kerap menjadi pilihan lauk karena memiliki kandungan protein dan sejumlah mineral yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, konsumsi jeroan tersebut setiap hari tidak disarankan karena kandungan kolesterol dan purinnya yang cukup tinggi.
Dosen Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Muhammad Aries, menjelaskan bahwa ampela ayam memiliki kandungan gizi yang cukup baik. Meski demikian, nilai gizi tersebut tidak berarti ampela bisa dikonsumsi tanpa memperhatikan porsi dan frekuensinya. Dilansir dari kompas.com, Jumat, (30/10/2026).
Dalam 100 gram ampela ayam matang, terkandung sekitar 30,4 gram protein, 3,2 miligram zat besi, 1 mikrogram vitamin B12, dan 4,4 miligram zink.
Kandungan tersebut berperan dalam mendukung pembentukan jaringan tubuh, produksi sel darah merah, fungsi saraf, hingga menjaga sistem kekebalan tubuh.
Dibandingkan beberapa jenis jeroan lainnya, ampela juga relatif tinggi protein dan memiliki kandungan lemak total yang lebih rendah.
Namun, ada hal yang perlu diperhatikan sebelum menjadikan ampela sebagai lauk sehari-hari. Dalam takaran 100 gram ampela ayam matang, terdapat sekitar 370 miligram kolesterol.
Jumlah tersebut bahkan melampaui rekomendasi asupan kolesterol kurang dari 300 miligram per hari yang pernah digunakan dalam panduan diet Amerika Serikat.
Aries mengingatkan, konsumsi ampela perlu diperhatikan terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat kolesterol darah tinggi, penyakit jantung, maupun gangguan asam urat.
Menurutnya, penilaian terhadap suatu bahan makanan tidak cukup hanya berdasarkan kandungan gizinya. Pola makan secara keseluruhan, termasuk porsi dan frekuensi konsumsi, juga harus menjadi pertimbangan.
“Jadi, ampela tidak perlu dihindari sepenuhnya oleh orang sehat. Namun, karena kombinasi kolesterol tinggi dan statusnya sebagai jeroan kaya purin, ampela lebih tepat diposisikan sebagai lauk variasi, bukan makanan harian atau lauk dalam porsi besar,” kata Aries, dikutip dari IPB University, Jumat (30/10/2026).
Cara Mengolah Ampela agar Lebih Sehat
Selain memperhatikan frekuensi konsumsi, cara pengolahan ampela ayam juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas makanan.
Aries menyarankan masyarakat mengolah ampela dengan cara direbus, dipanggang, atau ditumis menggunakan sedikit minyak.
Penggunaan bahan tambahan seperti santan kental, garam, dan minyak secara berlebihan juga sebaiknya dibatasi.
Untuk menjaga keseimbangan asupan nutrisi, konsumsi ampela dapat disertai sayuran dan sumber serat lainnya.
Dengan demikian, ampela ayam tetap dapat menjadi salah satu pilihan lauk bergizi selama dikonsumsi secara bijak. Kuncinya bukan menghindari seluruh jenis jeroan, melainkan mengatur porsi, frekuensi, serta menjaga keseimbangan pola makan sehari-hari. (ivan)